TPB Memilih…?

|

Menarik, saat (kira-kira) seminggu yg lalu tak sengaja menemukan event invitation di facebook yg berisi ajakan untuk memakai almamater ke kampus dalam hari-hari ke depan. Aku perhatikan dengan teliti, ternyata itu kerjaan teman-temanku di TPB09. Dan secara garis besar, tujuan mereka adalah mereka ingin mendapatkan hak memilih dalam Pemira KM ITB 2009.

Tuntutan dr anak-anak TPB ini sebenarnya sudah ada sejak angkatan-angkatan TPB beberapa tahun yg lalu. Yg membuat ini menarik adalah baru kali ini (setahu aku) TPB  memperjuangkan sampai sejauh ini, menghimpun angkatan, hingga bicara ke kongres. Menarik.

Sampai kemarin sore, tak sengaja, mengikuti orasi-orasi anak TPB di pelataran CC. Aku bisa lihat sekitar 100 lebih anak TPB berkumpul disana, hampir setiap fakultas ada disana, dan sekitar 4 orang yg berorasi bergantian. Tapi, tidak lebih dari 30 orang yg mengenakan almamater dan tidak lebih dari 20 orang yang benar-benar memperhatikan orasi-orasi itu. Sedangkan isi orasi, kebanyakan, hanya berbunyi, “Sadarkah kalian, bahwa mahasiswa TPB dibungkam suaranya untuk memlilih… Sadarkah kalian? Sadarkah…?”

Apa yg bisa aku komentari disini?
Memang, saat aku dan teman-teman di posisi itu, TPB, menjadi panitia Pemira KM ITB, dan aku terjun di divisi kemanan, sempat tercetus dan membahas mengapa kita tidak boleh memilih saat itu. Tapi seiring waktu dan banyaknya kesibukan, pikiran itu tidak diperpanjang.
Saat menginjak tingkat 2 dan mendapat banyak gambaran tentang berorganisasi, berhimpunan, KM ITB dan kabinetnya, ditambah lagi konflik-konflik angkatan dan jurusan, aku sadar bahwa memang wajar, untuk mahasiswa semuda TPB belum diberikan hak untuk menggunakan suaranya dalam Pemira KM ITB.
TPB masih terkesan independen, karena tidak ternaung dalam lembaga apa pun (selain unit dan KM itu sendiri). Sehingga TPB sangat rentan untuk kondisi-kondisi seperti, ikut-ikut teman, seru-seruan untuk memilih, tanpa tahu detil calonnya, suara sekelompok TPB (fakultas atau kelas) condong utk 1 calon karena hanya mendapat info tentang calon itu. Padahal, sedikit-banyaknya, diperlukan idealisme dari himpunan/unit untuk memilih. Karena, kembali ke pencetus dibentuknya KM itu sendiri, yaitu oleh himpunan dan unit.
Memang, walaupun sudah di tingkat 2 ke atas, tidak menjamin suaranya akurat. Tapi dengan 1 tahun lebih berada di kampus sudah cukup mempengaruhi suaranya.
Jadi, kalau pun TPB diberikan hak untuk memilih, suara mereka dinilai belum akurat, ditambah lagi jumlah mereka yg 3000 orang, ditakutkan dapat merubah isi pikiran masa kampus yang sebenarnya.

Tetapi, aku salut, sangat jarang semuda TPB sudah berani berorasi di tengah-tengah CC, sangat jarang semuda TPB memperjuangkan hak dan menunjukkan eksistensi seperti itu. Aku tau TPB lelah, lelah untuk memanitiai acara yang belum sepenuhnya dimengerti, karena aku juga sudah pernah mengalaminya. Dan 1 hal yang pasti, walaupun kadang terlupakan, kita semua mahasiswa ITB adalah elemen utama dari KM ITB.

Aku menulis ini berdasarkan olahan dari opiniku, opini beberapa orang seangkatanku, beberapa orang seniorku, dan beberapa orang TPB 2009.

Read More...

Katanya disana Ada Surga

|

by : Pawl

heaven

Berlari,
sambil membawa kawan,
sambil mengisahkan hal indah yang bukan kenangan,
sambil menjanjikan tempat yang tak pernah ada,
katanya disana ada surga.

Bercerita,
pada semua orang di samping ku,
pada orang yang tak mau tahu,
tak mau tahu akan tempat yang tak pernah ada,
katanya disana ada surga.

Mereka menyuruhku diam,
karena dunia ini sudah kelam,
terlalu hitam untuk menanggapi janji dan peduli,
bahwasanya,
katanya disana ada surga.

Sudahlah,
tak ada yang mau jadi minoritas,
semua ingin bersembunyi dalam mayoritas,
karena kuantitas telah mengalahkan kualitas,
walaupun katanya disana ada surga,
aku yakin… neraka tak pernah diciptakan…

Read More...

(13+100) Greatest Frontmen

|

Majalah bergengsi Inggris, Classic Rock, pada edisi Juli ‘04 menurunkan daftar 100 frontmen (vokalis) terbaik sepanjang sejarah musik rock (sejak 1960-an). Mereka dipilih karena kulitas vokal, kostum panggung, wajah, rambut, showmanship, karisma, pengaruh kehadirannya di panggung, dan bentuk serta kelenturan fisik yg atletis.

Selain 100 daftar frontmen ini, sebenarnya para editor Classic Rock saat itu juga menyajikan 13 daftar frontmen yg sudah dianggap sbg icon musik rock. Namun mereka memisahkan 13 nama yg terlalu ‘diatas awan’ utk digabung dalam 100 nama lainnya karena mereka punya prestasi fenomenal masing-masing.

13 Most-Greatest Frontmen :
1. Bruce Springsteen (The E Street Band)
2. Jimi Hendrix
3. Mick Jagger
4. Eric Clapton
5. Bryan Adams
6. David Bowie
7. Meat Loaf
8. Arthur Brown
9. Iggy Pop
10. Prince
11. Henry Rollins
12. Johnny Rotten
13. Marilyn Manson


Reference : Kompas
Photo Source : Priivate & Google search result
Photo College by Pawl

Read More...

Zeitgeist – The Movie

|

They must find it difficult...
Those who have taken authority as the truth,
rather than truth as the authority - G. Massey, Egyptologist

...'cause I gottal tell you the truth folks, I gotta tell you the truth.

When it come to bullshit, big-time-major-league bullshit,
you have to stand in awe of the all time champion of false promises and exaggerated claims - religion.
Think about it!

Religion has actually convinced people
that there's an invisible man, living in the sky
who watches everything you do, every minute of every day.
And the invisible man has a special list
of ten things he does not want you to do.
And if you do any of these ten things,
he has a special place
full of fire and smoke
and burning
and torture
and anguish

where will send you to live
and suffer
and burn
and choke
and scream

and cry

for ever and ever

till the END OF TIME…!!!

But he loves you!

He loves you!

He loves you and he needs money.
He always needs money!
He's all powerfull, all perfect, all knowing and all wise.
Somehow - just can't handle money!
Religion takes in billions of dollars,
they pay no taxes, and they always need a little more.

Now, you talk about a good bullshit story!

Holy shit!


See more in
’Zeitgeist – The Movie’
Winner of Best Feature Artivist’s Spirit in Artivist Film Festival
Hollywood, CA
2007

Read More...